Thursday, 25 November 2010

Forum Peduli Lingkungan Tanam Ribuan Pohon

Ungaran, 25/11 (ANTARA) - Forum Peduli Lingkungan Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menanam ribuan pohon di daerah setempat untuk mendukung program pemerintah mengenai pengurangan emisi hingga 26 persen.

Penanaman ribuan pohon itu dilakukan di Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang oleh Forum Peduli Lingkungan Pringapus yang didukung oleh PT Bina Guna Kimia (BGK), dan masyarakat setempat, Kamis.
Penanaman pohon itu juga dibuka secara simbolik oleh Bupati Semarang, Mundjirin.
Salah seorang anggota Forum peduli lingkungan Pringapus, Dani Haya (38) mengatakan, pihaknya mendukung dengan gerakan nasional penanaman satu milyar pohon. Menurutnya, jika penghijauan itu dilakukan serempak di seluruh dunia diharapkan mutu udara akan semakin baik.

"Pekarangan menjadi salah satu alternatif murah bagi anggota masyarakat yang ingin berpartisipasi. Sebaiknya Pemerintah memberikan stimulan berupa penyediaan bibit tanaman untuk dibagikan gratis kepada masyarakat," katanya.

Plant Manager PT BGK, Muhammad Syarif Assegaf mengatakan, pihaknya mendukung upaya pelestarian lingkungan bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang dan masyarakat.

"Pada tahap awal kami menyediakan seribu bibit pohon penghijauan yakni jati, durian dan matoa. Pada tahap selanjutnya akan ada gerakan terpadu untuk terus berusaha melestarikan lingkungan," katanya.

Ia mengatakan, rincian pohon yang ditanam kali ini adalah berupa 500 pohon jati, 400 pohon Matoa, dan 100 pohon durian. Ribuan pohon itu ditanam di bantaran sungai dan lahan kosong yang ada di sekitar bantaran sungai. Selain itu juga ditanam di lahan warga tersendiri.

"Diharapkan penanaman pohon ini akan menjadi embrio pembentukan pusat tanaman buah di Jatirunggo," katanya.

Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan, gerakan penghijauan merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global yang merugikan kehidupan manusia.

"Saat ini bisa disebut telah terjadi anomali iklim. Contohnya biasanya pada Bulan September banyak wilayah yang kekeringan dan kekurangan air bersih. Namun saat ini ada yang malah kebanjiran," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, gerakan penghijauan menjadi sangat penting untuk menjaga mutu udara dan mengurangi emisi gas karbon.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengajak segenap perusahaan swasta yang ada untuk peduli lingkungan dan ikut serta dalam gerakan penanaman pohon penghijauan.

"Harapannya, budaya menanam pohon akan semakin memasyarakat dan mendapat perhatian semua pihak," katanya.

0 comments:

Post a Comment