Pekanbaru (ANTARA)- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pekanbaru, Jakiman, meminta masyarakat untuk tidak mencurigai profesi guru terutama jika berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan.
"Masyarakat hendaknya jangan mencurigai profesi guru, terlebih jika guru meminta partisipasi mayarakat untuk mengembangkan pendidikan. Pendidikan yang baik tidak akan berjalan jika tidak ada kebersamaan antara masyarakat dan pendidik," jelas Jakiman di Pekanbaru, Kamis.
Ia mengatakan, selama ini tingkat kecurigaan masyarakat cukup tinggi. Dan membuat guru menjadi tidak nyaman, karena di cap bertindak diluar aturan.
Diakuinya, memang ada guru yang bertindak "nakal" dengan menyelewengkan uang sumbangan tersebut, tetapi itu hanya sebagian kecil. Ia menyebutkan di Pekanbaru terdapat 12.000 guru baik negeri maupun swasta, namun yang "nakal" tersebut hanya sekitar sepuluh orang.
"Hal ini bisa diantisipasi dengan perbaikan pada sistem, pengawasan, pembinaan dan diberikannnya penghargaan dan hukuman. Dengan demikian, praktik kecurangan berkurang dengan sendirinya," jelas Jakiman.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah diharapkan juga memberikan kepercayaan penuh kepada para guru yang ada. Salah satunya dengan memberikan kebebasan kepada guru untuk menentukan kurikulum maupun metode pengajaran.
"Jika kepercayaan sudah diberikan, ia menunjukkan bahwa guru sudah diberikan peran strategis," jelasnya.
Dengan demikian, lanjutnya, sistem pendidikan di Indonesia akan semakin membaik kedepannya.
Disinggung masalah kesejahteraan, kata Jakiman, saat ini pihaknya tengah memperjuangkan tunjangan transportasi guru yang belum dibayarkan sejak empat bulan yang lalu. Pihaknya sudah datang ke Dinas Pendidikan dan diketahui bahwa penyebab belum diberikannya tunjangan sebesar Rp1,5 juta yang diperuntukkan guru negeri tersebut terkendala rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru semester ini.
"Kita akan terus memperjuangkan, karena ini merupakan hak guru," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang guru, Muniarti, mengatakan dirinya pasrah saja dengan lamban diberikannya tunjangan transportasi tersebut. Diakuinya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya kondisi kesejahteraan guru memang lebih baik.
"Tapi kalau curiga mencurigai itu, memang masih ada sampai sekarang. Setiap diberi tugas, para orang tua berpikiran negatif kalau tugas tersebut merupakan proyek guru," keluh guru SD Negeri ini.
Thursday, 25 November 2010
Guru Jangan Dicurigai
Posted by admin on 08:25


0 comments:
Post a Comment