Cilegon, 29/11 (ANTARA) - Manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suralaya membantah pemadaman listrik hampir diseluruh wilayah Provinsi Banten, pada Minggu malam (28/11) , dikarenakan adanya kerusakan terhadap tiga unit travo.
"Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu malam , bukan dikarenakan tiga dari tujuh unit travo di PLTU Suralaya mengalami kerusakan," kata Humas PT Indonesia Power PLTU Suralaya, Endang, Senin.
Dia menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi dikarenakan ada permaslahan pada alat kecil sejenis sikring. "Kerusakan sikring itu bukan di Suralaya, tapi di Gardu 3 Pusat Pengatur Beban. Jadi itu bukan wilayah PT Indonesia Power," katanya menjelaskan.
Ia menjelaskan, Pusat Pengatur Beban itu berfungsi mengatur distribusi listrik untuk Jawa-Bali. Tapi kantor pusatnya ada di Jakarta. "Saya tidak tahu nomor petugasnya, sebab itu ada di pusat," ujarnya
Diberitakan sebelumnya, tiga unit travo milik PLTU Suralaya, Kota Cilegon, mengalami kerusakan, sehingga hampir seluruh wilayah Banten gelap gulita.
"Betul saat ini hampir semua wilayah Kota Cilegon mati listrik. Dan informasi yang saya terima dari Jakarta ada tiga unit travo di PLTU Suralaya, yaitu Unit I, II dan III mengalami trouble ataumasalah," kata Kepala Kepala Unit Pelaksana Jaringan (UPJ) PLN Cilegon, Heridwan.
Dia menjelaskan, masalah yang terjadi terhadap travo milik PLTU Suralaya belum diketahui secara detail, dan sampai kapan akan dapat diperbaiki.
"Kami belum tahu, dan kami masih terus melakukan koordinasi ," katanya.
Bukan saja di Kota Cilegon dan se-Provinsi Banten, masih menurut Heridwan, PLTU Suralaya yang memasok listrik di wilayah Jawa-Bali, dipastikan seluruh Provinsi yang ada di dua pulau tersebut mengalami pemadaman listrik.
"Cakupan distribusi PLUTU Suralaya ini sangat luas, sama seperti PLTGU Cilegon, korelasinya ke Jawa dan Bali," ujarnya.
Monday, 29 November 2010
PLTU SURALAYA BANTAH TIGA UNIT TRAVO RUSAK
Posted by admin on 15:27


0 comments:
Post a Comment