Cinangka, Serang, 29/11 (ANTARA) - Pos pemantau Gunung Anak Krakatau melihat terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik berupa asap yang tingginya mencapai 800 meter.
"Ketinggianya asap Gunung Anak Krakatau terlihat sangat jelas," kata kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton S Pambudi, Senin.
Meskipun demikian kegempaan GAK tidak secara penuh dapat terpantau dari pos pengamatan.
Dia menjelaskan, asap yang terkadang dapat mencapai ketinggian 1.000 meter tersebut membawa abu vulkanik dan material lainnya.
"Asapnya masih mengarah ke Lampung atau ke Utara," ujarnya.
Sementara untuk kegempaan GAK saat ini masih menurut Anton, tidak bisa terpantau selama 24 jam, dikarenakan salah satu alat komponen penangkap gempa, menggunakan solar panel tidak bergungsi.
"Kami hanya bisa memantau kegempaan GAK selama 10 jam saja, selebihnya tidak terekam," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegempaan terjadi pada hari Minggu (28/11) sejak pukul 06.51 - 16.35 WIB sebanyak 324 kali.
"Secara keseluruhan total kegempaan selama 10 jam sebanyak 324 kali," katanya menambahkan.
Dan kalau dijumlahkan selama 24 jam katanya, masih sama dan fluktuatif antara 600 sampai 700 kegempaan. Secara rinci dari total kegempaan 324 kali, diantaranya, letusan 60 kali, vulkanik dalam (VA) sembilan kali, vulkanik dangkal (VB) 123 kali, tremor
letusan 63 kali, tremor harmonik dua kali, dan hembusan 67 kali.
"Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan GAK pada level II atau 'waspada'," ujarnya.
PVMBG juga masih merekomendasikan dan melarang warga atau turis untuk mendekat pada radius dua kilometer.
Monday, 29 November 2010
KETINGGIAN ASAP KRAKATAU CAPAI 800 METER
Posted by admin on 15:28


0 comments:
Post a Comment